Apa Kabar Surakarta — Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sudah di depan mata. Kota Solo atau Surakarta menjadi salah satu destinasi favorit yang menawarkan pengalaman wisata lengkap, mulai dari sejarah, budaya, kuliner, hingga wisata malam. Kota yang dikenal sebagai pusat budaya Jawa ini bahkan bisa dieksplor dari pagi hingga larut malam tanpa kehabisan pilihan.
Berikut lima rekomendasi wisata Solo yang wajib masuk dalam agenda liburan Nataru 2025:
1. Keraton Surakarta Hadiningrat
Selain berwisata, pengunjung juga bisa belajar tentang filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang masih lestari hingga kini. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat cuaca masih sejuk.
Baca Juga : Libur Nataru, KAI Diskon Tiket Hingga 30 Persen
2. Taman Balekambang
Pada momen Nataru, taman ini biasanya juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan rakyat.
3. Pasar Gede Hardjonagoro
Bagi pencinta kuliner, Pasar Gede adalah surga makanan tradisional Solo. Dari tengkleng, timlo, selat Solo, hingga jajanan pasar legendaris bisa ditemukan di sini. Selain itu, bangunan pasar peninggalan Belanda ini juga sangat ikonik dan instagramable.
4. Ngarsopuro Night Market
Wisata malam di Solo belum lengkap tanpa mengunjungi Ngarsopuro Night Market. Beragam produk UMKM, kuliner khas, hingga kerajinan tangan ditawarkan di sepanjang area ini. Suasana semakin hidup dengan alunan musik jalanan dan pertunjukan seni.
Tempat ini cocok untuk berburu oleh-oleh khas Solo saat malam pergantian tahun.
5. De Tjolomadoe
Saat libur Nataru, kawasan ini biasanya dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana malam pergantian tahun yang meriah.
Solo Siap Sambut Wisatawan Nataru 2025
Pemerintah Kota Surakarta juga telah menyiapkan berbagai agenda hiburan, pertunjukan budaya, serta pengamanan terpadu guna memastikan kenyamanan wisatawan selama libur Nataru 2025.
Dengan akses transportasi yang mudah, kuliner yang terjangkau, serta wisata yang beragam, Solo menjadi pilihan ideal untuk liburan akhir tahun bersama keluarga maupun sahabat.
Liburan ke Solo bukan hanya soal jalan-jalan, tetapi juga tentang menikmati budaya, rasa, dan kehangatan kota yang tak pernah kehilangan pesonanya.








