Dior Dior Dior

Kemenag Surakarta Inisiasi Gerakan Lintas Agama Selamatkan Bumi melalui GEMARI

Dior

Apa Kabar Surakarta – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta menginisiasi gerakan peduli lingkungan lintas agama melalui program Gerakan Rumah Ibadah Berseri(GEMARI). Program ini telah berjalan selama empat bulan terakhir dengan melibatkan berbagai rumah ibadah dari beragam agama yang ada di Kota Solo. Kepala Kankemenag Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menegaskan bahwa GEMARI merupakan wujud nyata kepedulian lintas iman dalam menjaga kelestarian bumi.

Seruan Lintas Agama untuk Selamatkan Bumi: Krisis Iklim dan Tanggung Jawab  Kemanusiaan - Hukama News
Kemenag Surakarta Inisiasi Gerakan Lintas Agama Selamatkan Bumi melalui GEMARI

Kegiatan GEMARI: Dari Bersih-Bersih hingga Penghijauan

Dalam pelaksanaannya, GEMARI tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih lingkungan rumah ibadah, tetapi juga meliputi aksi penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, hingga edukasi pengelolaan sampah. Menurut Ahmad Ulin, program ini akan terus dikembangkan agar semakin berdampak luas bagi masyarakat. “Selain bersih-bersih ada penanaman biopori, penanaman pohon, ke depan akan berkembang untuk pengelolaan sampah,” jelasnya.

Dior

Baca Juga : Mahasiswa FSP ISI Solo ikuti pembekalan MBKM jelang terjun ke lapangan

Gerakan Berkelanjutan dan Dukungan Masyarakat

Kemenag Surakarta menegaskan bahwa GEMARI bukanlah program sementara, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun kesadaran bersama terhadap isu lingkungan. Ahmad Ulin menyebutkan, ke depan Kemenag akan memperluas bentuk gerakan ini agar mencakup kegiatan-kegiatan lain yang lebih inovatif dan inklusif. Hal ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program serupa.

Selain itu, respon masyarakat dan komunitas lintas agama dinilai cukup positif. Partisipasi aktif jemaat, umat, maupun pengurus rumah ibadah dalam setiap kegiatan GEMARI menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat menyatukan semua pihak di luar sekat agama maupun golongan. “Kami ingin rumah ibadah menjadi pusat inspirasi dan teladan dalam gerakan penyelamatan bumi,” ujar Ahmad Ulin.

Inspirasi Gerakan Hijau dari Solo untuk Indonesia

GEMARI juga diharapkan dapat menjadi inspirasi gerakan nasional yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Dengan melibatkan rumah ibadah, program ini menyasar aspek spiritual sekaligus praktis, karena umat diajak tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga berkontribusi menjaga ciptaan Tuhan melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.

Kemenag Surakarta menegaskan bahwa isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan adalah persoalan global yang membutuhkan aksi kolektif. Oleh karena itu, kehadiran GEMARI menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dari lingkup terkecil di tengah masyarakat.

Dior