Apa Kabar Surakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan menggelar Solo Investment Forum 2025 pada Jumat (12/12/2025) di Hotel Grand Keraton Swiss-Belinn Saripetojo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot untuk memperkenalkan 20 aset idle milik daerah yang memiliki nilai komersial dan siap dikerjasamakan dengan pihak swasta melalui skema investasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta menjelaskan bahwa aset-aset yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari lahan kosong, bangunan, hingga kawasan strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi.
“Solo Investment Forum ini menjadi forum awal bagi kami untuk mempertemukan Pemkot Surakarta dengan calon investor. Ada sekitar 20 aset idle yang siap dikerjasamakan secara profesional dan transparan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Dorong Optimalisasi Aset Daerah
Menurutnya, selama ini sejumlah aset milik Pemkot masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola dengan skema investasi yang tepat. Aset tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
Baca Juga : Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BAZNAS Surakarta Gelar Tasaruf Akbar
“Kami ingin aset tidak lagi menjadi beban pemeliharaan semata, tetapi bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui kolaborasi dengan dunia usaha,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh kerja sama investasi nantinya akan dilakukan berdasarkan prinsip saling menguntungkan, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Wujudkan Iklim Investasi yang Kondusif
Wali Kota Surakarta, melalui pernyataan tertulisnya, menyampaikan bahwa Solo Investment Forum merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif di Kota Solo.
“Surakarta terbuka bagi investor. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membangun kerja sama yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi perekonomian daerah,” ungkap Wali Kota.
Selain pemaparan aset, forum ini juga akan diisi dengan presentasi peluang investasi, diskusi bisnis. Serta sesi temu langsung antara investor dan perangkat daerah terkait.
Libatkan Pelaku Usaha Nasional
Pemkot Surakarta juga telah mengundang berbagai pelaku usaha nasional, perbankan, asosiasi pengusaha, serta investor potensial untuk menghadiri forum tersebut. Diharapkan, dari kegiatan ini akan terjalin sejumlah kesepakatan awal kerja sama investasi.
Melalui Solo Investment Forum 2025, Pemkot Surakarta optimistis pemanfaatan aset idle dapat berjalan lebih optimal, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai salah satu kota tujuan investasi di Jawa Tengah.






